Mitos Pekerjaan Terstandardisasi

Masaki Imai dalam bukunya Kaizen: The Key to Japan’s Competitive Success mengatakan dia belajar bahwa tidak akan ada kaizen (perbaikan berkesinambungan) tanpa standardisasi. Di Toyota pekerjaan terstandardisasi (standardized work) ditujukan sebagai pondasi untuk kaizen. Jika pekerjaan tidak distandardisasi dan senantiasa berbeda setiap waktu, maka tidak ada dasar untuk evaluasi, maksudnya tidak ada titik referensi untuk membandingkan perubahannya.

Standardisasi bukan merupakan serangkaian dokumen yang disiapkan dan dikendalikan dengan hati-hati. Standardisasi merupakan cara untuk menciptakan kinerja sekonsisten mungkin. Akan sangat mudah untuk menuliskan pekerjaan terstandardisasi dan menempelkannya di tempat kerja. Tetapi belum tentu ditaati oleh pelaksana dan dirasakan manfaatnya. Oleh karenanya setelah dibuat, pekerjaan terstandardisasi tersebut harus terus-menerus diaudit, dianalisa dan diperbaiki sesuai proses yang lebih baik.

Lagi

Iklan