#OverheardForTheSoul

Tulisan atau note atau post #OverheardForTheSoul ini terinspirasi dari buku Nguping Jakarta. Buku Nguping Jakarta sendiri sumbernya sebagian besar berasal dari blog http://ngupingjakarta.blogspot.com. Sedangkan blog ngupingjakarta sendiri terinspirasi dari blog http://overheardinnewyork.com.

Tetapi kalau blog ngupingjakarta mendefinisikan dirinya sebagai tempat berkumpul para dialog absurd yang berseliweran di kota Jakarta, maka #OverheardForTheSoul mendefinisikan dirinya sebagai media untuk merekam untaian kata yang terucap kemudian memaknainya sehingga bisa memberikan pencerahan bagi pikiran dan hati. Kalau ngupingjakarta kekuatannya sepenuhnya pada aspek kelucuan dari percakapan yang didengar, maka #OverheardForTheSoul kekuatannya pada pemaknaan dari percakapan yang didengar, tidak peduli percakapan itu lucu atau tidak.

Saya sendiri sejak 17 Januari 2012 baru menuliskan 5 #OverheardForTheSoul yang saya update sebagai status di Facebook. Kelimanya adalah:

  • Di kantor denger ada yg bilang, “Owh, pantesan pusing, ngga dengerin musik seharian….” => klo seharian ngga dengerin murottal pusing ngga ya???
  • Di suatu kantor ada staff cewek yg hobi gonta-ganti model rambut. Hr ini pendek, besok bisa panjang. Hr ini potongan poni, besok bisa berombak. Suatu hari tiba2 pake kerudung. Trus terdengar celutukan, “X, udah cape ya yg gonta-ganti model rambut?” => Hehe, lucu sih… but go forth, sista. Moga makin dapat hidayah.
  • Di suatu tikungan yg agak sempit, sebuah mobil berlalu pelan. Terdengar anak yg mengatur lalu lintas di situ berkata ke mobil itu, “Uangnya dibuat bayar cicilan mobil ya?” => Sigh… klo membantu tp tidak dg hati yg ikhlas, malah akan menyakiti diri sendiri bahkan bisa menyakiti org lain.
  • Ditengah khusyuknya shalat berjamaah, terdengar lantunan, “Iman adalah mutiara… di dalam hati manusia… (dst sampai 1 nasyid habis)” => Jangan lupa ya kalau masuk tempat ibadah, HP di-silent.
  • Seorang ibu yg terbaring lemah krn kanker berkata pada yg menjenguknya, “Aku kepikiran sama anak-anakku….” => Jangan selamanya menjadi beban orangtua.

Overheardinnewyork menyebut kontributornya sebagai spies dan eavesdroppers. Spies bisa diartikan mata-mata, sedangkan eavesdroppers bisa diartikan orang-orang yang secara rahasia mendengarkan apa yang orang lain ucapkan. #OverheardForTheSoul juga membutuhkan spies dan eavesdroppers untuk men-sharing apa yang mereka dengar sehingga lebih banyak lagi pemaknaan yang bisa kita simak. Oleh karena itu silakan untuk menuliskan pemaknaannya melalui status di Facebook (jangan lupa tag saya) atau komentar di tulisan ini di blog https://sitossi.wordpress.com atau imel/sms ke saya.

Terima kasih🙂

Salam,

ANoM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: