Stay Healthy

Semua orang pastilah ingin sehat. Bahkan selalu berada dalam kondisi sehat. Sehat sendiri menurut World Health Organization diartikan suatu keadaan sejahtera (sempurna) fisik, mental, dan sosial, tidak terbatas pada bebas dari penyakit dan kelemahan saja (WHO, 1946). Jadi tidak hanya sehat secara fisik atau kemampuan fungsional (tidak adanya penyakit), tetapi juga secara mental dan sosial.

Tapi apa sebenarnya penyebab seseorang menjadi sakit?

Konsep biopsikososial memungkinkan suatu pemahaman yang menyeluruh tentang munculnya suatu kondisi sakit yang dihubungkan dengan faktor lingkungan dan stres yang terkait di dalamnya. Kondisi lingkungan dalam hal ini dukungan sosial menurut konsep biopsikososial dapat memberikan perubahan pada kondisi sakit.

Salah satu contoh yang mungkin bisa dilihat sebagai hubungan yang sangat pas pada penerapan konsep ini adalah dalam ilmu kedokteran jiwa. Kondisi kesehatan jiwa seseorang dapat dilihat sebagai suatu keadaan yang melibatkan faktor biologis, psikologis, dan sosial individu itu.

Secara biologis, gangguan pada kondisi kesehatan jiwa seseorang disebabkan oleh ketidakseimbangan sistem saraf di otak yang melibatkan hormon dan neurotransmiter di otak. Secara psikologis, gangguan kondisi kesehatan jiwa diakibatkan karena proses mekanisme adaptasi yang terkait dengan kepribadian dan karakter individu tidak bekerja dengan baik. Secara sosial, kondisi gangguan kesehatan jiwa dapat dipicu oleh lingkungan yang tidak nyaman, penuh dengan tekanan dan ketakutan.

Kita pasti pernah bertemu dengan orang yang tampak selalu sehat dan jarang sakit. Terbersit dalam benak kita, apa yang dilakukan orang tersebut sehingga kesehatannya terjaga? Dinamika psikologis apa yang tercermin pada individu yang berhasil menjaga kesehatannya?

Individu ini menyadari bahwa kesehatan adalah sesuatu yang teramat penting. Bentuk kesadaran ini tercermin dalam perilaku sehat (health behaviour). Perilaku sehat adalah perilaku seseorang dalam mempertahankan status kesehatannya. Olah raga teratur, mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi, tidur atau istirahat yang cukup adalah contoh perilaku sehat.

Menjaga kesehatan bisa dilakukan oleh kita semua dengan cara-cara yang murah dan efektif. Lebih baik berjalan kaki 30 menit/hari daripada berlari 1 kali seminggu 2 jam. Setuju?? Menjaga kesehatan juga berarti menghindari perilaku yang bisa merusak kesehatan seperti begadang hingga kurang tidur, merokok, minum minuman beralkohol, dll. Kesimpulannya kita harus membudayakan hidup sehat karena Sehat adalah Gaya Hidup.

Dengan hati yang bersih serta akal yang sehat, seseorang akan memperoleh kesehatan yang sempurna. Bukankah banyak orang yang mengalami gangguan kesehatan disebabkan oleh faktor tidak sehatnya kedua hal tersebut? Depresi, kesedihan, putus asa merupakan tanda-tanda sikap buruk dan perspektif tidak dewasa dan lemah. Sedangkan orang yang selalu menerima pada takdir yang terjadi, berpikiran positif, dan selalu menjaga kebersihan hatinya, pikirannya akan tenang, aliran darahnya lancar, dan jantungnya berdetak dengan normal. Jadi jelas bahwa kesehatan jiwalah yang bisa berpengaruh terhadap kesehatan fisik.

Terakhir, mari kita simak status Facebook dari Mario Teguh berikut ini:

Om Mario, apa rahasia kesehatan Om yang selalu keliatan sehat dan happy? Ceritain ya?

Adik saya yang baik hatinya, terima kasih ya.

Saya tidak mungkin bisa sampai pada usia 55 tahun ini dengan sehat dan tetap mampu melayani publik dengan kesibukan yang beragam seperti ini, jika sejak muda saya tidak memelihara kesehatan.

Saya tidak merokok. Meskipun teman-teman menyuruh saya mencoba sebatang atau dua, tapi saya tidak melanjutkan.

Saya tidak minum alkohol, tidak menggunakan narkoba, dan tidak makan yang bisa menyebabkan rusaknya kesehatan.

Untuk kesehatan mental, saya bekerja dan hidup dalam kejujuran, saya tidak menyimpan kebencian atau dendam, menerima orang jahat sebagai orang baik yang belum jadi, mensyukuri kasih sayang keluarga dan para sahabat, dan saya lebih banyak mendoakan orang lain daripada kepentingan saya sendiri.

Saya hidup sesantai mungkin tapi sesibuk mungkin bagi kebahagiaan sebanyak mungkin saudara dan sahabat kita.

Mati dan hidup memang ditentukan oleh Tuhan. Tapi, jika kita patuh kepada cara hidup yang baik, mudah-mudahan Tuhan memanjangkan umur kita dalam kesehatan mental dan raga, dan dalam peran yang baik bagi sesama.

Jangan sampai kita menggunakan kalimat “Mati dan hidup di tangan Tuhan”, sebagai cara untuk ngeyel terhadap nasihat baik.

Cara hidup yang sehat, tidak memastikan kita panjang umur, tapi memungkinkan kita hidup sehat sepanjang umur apapun.

 

Referensi:

Rahmadiana, Metta. Memahami Psikologi Kesehatan: Tinjauan Umum dan Religi. 27 Mei 2009.

Bataviase.co.id. Pendekatan Biopsikososial dalam Dunia Medis. 13 Februari 2011.

Wirth, Jason M. The Varieties of Sick Experience: Nietzche, James, and The Art of Health. Veritas, Januari-Maret 2009.

Nordenfelt, Lennart. The Concepts of Health and Illness Revisited. Medicine, Health Care and Philosophy, 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: