KAMUS Enterprise Resource Planning (ERP) – System Application and Product in data processing (SAP)

Controlling Area (CA) adalah suatu unit organisasi dibawah operating concern dalam management accounting SAP yang dibuat untuk mengelompokkan proses pengawasan organisasi, object pengawasan yang dapat dilakukan pada satu controlling area yaitu  Revenue, COGS dan Overhead.

Credit Control Area merupakan organizational unit dalam SAP yang berfungsi untuk mengaktifkan fiture control credit limit customer.

Plant adalah unit organisasi dalam perspektif logistik, yang melayani kegiatan produksi, pengadaan, maintenance, dan penyimpanan material. Plant bisa merupakan lokasi fasilitas produksi atau cabang dari sebuah perusahaan.

Storage Location adalah unit organisasi yang digunakan untuk membedakan/memisahkan stock yang ada di sebuah Plant. Storage Location merupakan gudang yang terdapat di sebuah Plant, dimana didalamnya tersimpan informasi stock.

Purchasing Organization adalah sebuah unit logistik yang merupakan bagian dari perusahaan yang bertanggung jawab untuk melakukan kegiatan pembelian atas permintaan material/jasa/asset.

Purchasing Group merupakan struktur yang ada dibawah Purchasing Organization, dan biasanya adalah merupakan Team Buyer yang bertanggung jawab untuk melakukan proses pembelian sehari-hari.

Sales Organization merupakan suatu unit organisasi dalam logistik yang berbadan hukum bertanggung jawab terhadap penjualan product, jasa dan menjamin hak-hak pelanggannya.

Distribution Channel adalah elemen organisasi yang bertanggung-jawab dalam jalur pendistribusian produk.

Division adalah unit organisasi yang terkait dengan jenis/sifat material atau servis yang dijual. Division bisa juga untuk menentukan product line atau brands.

Sales Office adalah organizational unit  yang mewakili area geografis dari sales organization, yaitu tempat order diproses atau pihak yang bertanggung jawab terhadap penjualan.

Cost Of Profitability Analysis (COPA) sebagai report profit analysis setiap sales office.

Sales Group adalah suatu unit organisasi dibawah Sales Office yang berhubungan dan bertanggung jawab terhadap transaksi penjualan.

Shipping Point merupakan suatu unit organisasi yang merepresentasikan lokasi fisik atau kelompok orang yang bertanggungjawab terhadap aktifitas pengiriman. Shipping Point adalah level tertinggi pada organisasi pengiriman.

Transportation Planning Point adalah suatu bagian unit organisasi di Logistik yang berfungsi untuk melakukan perencanaan, aktivitas transportasi dan monitoring baik untuk Inbound maupun outbound delivery.

Warehouse Number adalah fisik gudang yang didefinisikan dengan nomor gudang, dapat juga beberapa fisik gudang secara bersama-sama membentuk kompleks gudang.

Storage Type adalah bagian dari warehouse number yang dapat didefinisikan sebagai area tempat penyimpanan berdasarkan karakteristik ruangan, teknis, dan organisasi.

Storage Bin maksudnya setiap storage type dan storage section terdiri dari deretan ruang penyimpanan yang dalam Warehouse Management System (WMS) disebut sebagai storage bin. Koordinat dari storage bin menunjukkan posisi yang tepat di gudang mana barang-barang dapat disimpan.

Quant berfungsi untuk melakukan inventory management pada material di level storage bin.

Interim Storage Area adalah storage type di Warehouse Management yang diatur oleh Inventory Management dan Warehouse Management.

Maintenance Plant adalah plant dimana objek teknik seperti mesin atau equipment secara umum diletakkan atau suatu bangunan (functional location) berada.

Maintenance Planning Plant adalah plant yang merencanakan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan maintenance (maintenance tasks).

Planner Group adalah seorang atau sekelompok orang yang bertanggung jawab untuk merencanakan kegiatan maintenance dalam suatu planning plant.

Work Center adalah seorang atau sekelompok orang yang melakukan aktivitas maintenance.

Profit Center adalah suatu unit organisasi yang dibentuk untuk tujuan internal controlling. Dengan membagi perusahaan menjadi beberapa profit center, perusahaan dapat melakukan analisa berdasarkan area responsibility serta mendelegasikan tanggung jawab, mengawasi dan melaporkan revenue dan cost kepada unit-unit yang ter-desentralisasi.

Cost Center adalah suatu unit organisasi yang dibentuk untuk tujuan internal controlling, dimana biaya yang terjadi dapat dikontrol. Cost Center dapat dibentuk berdasarkan kebutuhan fungsional, jasa yang dilakukan dan lokasi atau area responsibility.

Supporting Cost Center merupakan cost center yang mendukung kegiatan operasional perusahaan.

Production Cost Center merupakan cost center yang berhubungan dengan proses produksi, dimana dibagi atas lini produksi.

Sales Cost Center merupakan cost center yang berhubungan dengan pembagian salesman group.

Activity Type adalah suatu unit dalam cost center yang digunakan dalam pencatatan aktivitas yang dilakukan di work center. Dalam Product Costing di SAP, activity type digunakan sebagai alat untuk mengalokasikan cost work center yang ada di dalam production cost centers ke dalam masing-masing production order.

Activity Type Machine digunakan untuk mengalokasikan biaya direct machine dan overhead pabrik yang dibedakan berdasarkan jenis proses mesin.

Activity Type Labor untuk menampung biaya tenaga kerja digunakan untuk mengalokasikan biaya direct labor dimana tidak dibedakan berdasarkan golongan.

Cost Element menyatakan items biaya yang terjadi/muncul atas suatu cost object. Cost element dikategorikan menjadi Primary Cost Element dan Secondary Cost Element.

Primary Cost Element terdiri dari jenis akun asset & P&L yang terdapat dalam GL account. Primary cost element hanya dapat dibuat setelah terlebih dahulu ditentukan sebagai  GL account dalam Chart of Account.

Secondary Cost Element adalah cost element yang hanya dapat dibuat dan digunakan untuk kebutuhan analisa dalam modul CO. Secondary cost element tidak memiliki hubungan langsung dengan GL account.

Statistical Key Figures (SKF) adalah master data dalam SAP yang digunakan untuk mencatat informasi kuantitatif tambahan pada ‘cost object’. Master data ini dapat digunakan sebagai basis (tracing factor) dalam melakukan cost allocation.

Fixed Value SKF adalah SKF yang nilainya akan di-carried over dari period awal SKF di-entry hingga periode-periode berikutnya dalam satu tahun. Nilai SKF dapat di-update pada period tertentu jika ada perubahan.

Totals Value SKF adalah SKF yang nilainya selalu berubah-ubah pada setiap periodenya.

Internal Order adalah suatu cost object di dalam modul Controlling. Internal order dikategorikan atas dua jenis yaitu true order dan statistical order.

True Order adalah internal order yang berfungsi sebagai real cost collector, yaitu account yang akan menampung semua cost yang terjadi dan pada akhirnya cost tersebut akan di settle (dialokasikan) ke cost center (final receiver cost objects).

Statistical Order adalah internal order yang hanya berfungsi untuk merecord transaksi secara statistical, dimana pencatatan transaksi akan tercatat ke dua object.

Classification adalah sebuah fasilitas yang digunakan untuk mendefinisikan lebih detail dari semua tipe object dan juga untuk mengelompokkan object yang memiliki karakteristik yang sama sehingga dapat mempermudah dalam proses pencarian.

Characteristic digunakan untuk mendefinisikan nilai yang dimiliki oleh classification.

LOBM-VFDAT adalah characteristic yang digunakan untuk memaintain tanggal kadaluarsa (SLED).

LOBM-LFDAT adalah characteristic yang digunakan oleh SAP untuk mencatat tanggal delivery date yang diinginkan oleh customer.

LOBM_RLZ adalah charateristic yang digunakan untuk menghitung sisa hari dari kadaluarsa.

Batch Management adalah proses yang digunakan untuk mengelompokan satu material ke dalam kelompok-kelompok berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.

Format external adalah dimana pada saat melakukan transaksi maka operator akan memasukkan nomor batch secara manual.

Quota Arrangement adalah secondary master data yang menyimpan data source of supply  dari suatu material dari berbagai sumber di plant tertentu untuk batas waktu tertentu sehingga  pihak departemen purchasing dapat mengatur quota yang valid untuk digunakan pada batas waktu tertentu.

Purchasing Info Records adalah secondary master data yang menyimpan data/informasi  untuk pembelian suatu material ke vendor tertentu secara spesifik.

Source list adalah secondary master data yang menyimpan data source of supply (termasuk purchasing info records) dari suatu material di plant tertentu untuk batas waktu tertentu sehingga pihak departemen purchasing dapat membatasi/menyeleksi source of supply (termasuk purchasing info records) yang valid untuk digunakan pada batas waktu tertentu.

Functional Location adalah identifikasi terhadap suatu objek lokasi yang memiliki fungsi tertentu, pada functional location ini juga dapat ditempatkan objek individu yaitu equipment-equipment. Functional location bisa juga berfungsi sebagai objek maintenance yang membutuhkan aktivitas maintenance.

Equipment adalah suatu objek yang dapat berdiri sendiri yang membutuhkan perawatan, dan dapat di-install atau di-dismantle dari functional location.

Equipment Category adalah pengelompokan equipment menurut fungsi, kegunaannya (usage), dan komponen penyusunnya.

Equipment Object Type adalah pengelompokan equipment berdasarkan tipe/jenisnya.

Work Center didefinisikan sebagai seorang atau sekelompok orang yang melakukan aktivitas maintenance berdasarkan area kerja, keahlian, atau job description yang sama.

Capacity adalah ketersediaan dari work center dalam melakukan sebuah aktivitas maintenance.

Capacity Planning adalah suatu instrument/alat untuk menghitung kapasitas yang tersedia dalam melaksanakan suatu aktivitas maintenance.

Scheduling adalah penentuan suatu jadwal aktivitas maintenance sesuai dengan ketersediaan work center.

Person adalah jumlah orang dalam suatu work center.

Work Center Category adalah kategori yang membedakan work center berdasarkan kegiatannya (misalnya kategori untuk maintenance work center dan production work center).

Person Responsible adalah seorang atau sekumpulan orang yang bertanggung jawab untuk pengaturan aktivitas work center di lapangan.

Capacity Category adalah kategori untuk menentukan apakah work center tersebut adalah mesin atau orang.

Bill of Material (BOM) adalah daftar material/dokumen untuk suatu objek teknik (functional location atau equipment).

Functional Location BOM adalah BOM yang dibuat khusus untuk satu functional location.

Equipment BOM adalah BOM yang dibuat khusus untuk satu equipment.

Material BOM adalah BOM yang dibuat di level material assembly yang kemudian bisa dipasangkan dengan equipment atau functional location.

Item Category adalah pengelompokan dari komponen BOM.

Stock Item (L) adalah material sebagai komponen yang di BOM.

Text Item (T) adalah komponen yang ada hanya sebagai text dan tidak memiliki no material.

Measuring point adalah master data dimana characteristic suatu objek dicatat. Measuring point memiliki sifat unik, satu macam pengukuran, satu objek, dan satu nomer identitas.

Running Number/Internal Number artinya sistem SAP memberikan kode/nomor secara otomatis dengan nomor yang berkelanjutan yang sudah diperuntukkan untuk account group tersebut.

External Number adalah user menentukan sendiri code customer sesuai dengan yang diinginkan sesuai dengan external number ranges yang sudah diperuntukkan untuk account group tersebut.

Measuring Point Object, menentukan objek teknik apa yang akan dibuat measuring point-nya, apakah equipment atau functional location.

Measuring Category, membedakan/mengidentifikasikan measuring point berdasarkan pengelompokannya.

Measuring Point Type, menentukan apakah measuring point dibuat sebagai counter atau bukan counter.

Measuring Range, merupakan interval nilai pengukuran yang diperbolehkan dari suatu objek teknik.

Catalog adalah data yang diinput di dokumen notification yang harus dilengkapi ketika pekerjaan maintenance sudah selesai dilakukan.

Object part (B) adalah part (bagian yang mengalami kerusakan/malfunction).

Damage (C) adalah jenis kerusakan/malfunction.

Cause (5) adalah penyebab kerusakan/malfunction suatu objek.

Activity (A) adalah aktifitas penanggulangan kerusakan.

Maintenance Task List adalah standar pelaksanaan pekerjaan maintenance di SAP. Didalamnya berisi urutan aktivitas maintenance (operation) yang harus dilakukan untuk objek maintenance.

Operation adalah aktivitas/pekerjaan untuk kegiatan maintenance.

Maintenance Work Center adalah sebuah work center yang melakukan pekerjaan maintenance di dalam suatu unit organisasi.

Material adalah barang/spare part yang dipakai untuk kegiatan maintenance.

Maintenance Strategy adalah master data untuk menentukan prioritas/hierarki siklus preventive maintenance suatu objek teknik dimana objek teknik ini memiliki lebih dari satu siklus preventive maintenance.

Task List Group adalah kelompok task list yang didalamnya terdiri dari beberapa group counter.  Pengelompokkan task list dalam satu group bisa berdasarkan kombinasi tipe objek teknik dan manufacturer-nya.

Group Counter adalah task list yang di-assign ke suatu plant. Dalam satu task list group bisa dikelompokkan beberapa task list ke dalam group counter.

Maintenance Plan adalah master data untuk men-generate order-order preventive maintenance secara otomatis. Master data ini berisi task list dan siklus maintenance untuk suatu objek teknik beserta kapan waktu dimulai siklus preventive maintenance ini.

Single Cycle Plans (time or performance-based) adalah maintenance plan yang berisi satu siklus, bisa berdasarkan waktu.

Strategy Plans (time or performance-based) adalah maintenance plan yang berisi lebih dari satu siklus dimana aktivitas maintenance suatu siklus bisa berupa kombinasi dari aktivitas siklus lain.

Multiple Counter Plans adalah maintenance plan yang terdiri dari beberapa siklus yang memiliki satuan yang berbeda.

Maintenance Package adalah daftar siklus preventive maintenance untuk suatu objek teknik.

Scheduling Indicator adalah tipe preventive maintenance apakah berdasarkan waktu atau performance/aktivitas.

Hierarchy adalah prioritas suatu pekerjaan maintenance apabila dikerjakan pada waktu yang sama.

Work Center terdiri atas mesin, group mesin, lini produksi, individual atau group person dimana aktivitas produksi dilakukan.

Shift Sequence merupakan informasi jam kerja sebuah work center. Setiap work center bisa memiliki lebih dari satu shift sequence.

Capacity Planner adalah bagian yang bertanggungjawab untuk melakukan capacity planning.

Person Responsible adalah orang atau group orang yang bertanggungjawab untuk melakukan work center maintenance.

BOM (Bill of Material) merupakan daftar terstruktur yang berisi komponen-komponen pembentuk dari suatu produk atau assembling. Daftar tersebut terdiri atas informasi mengenai item number dari setiap komponen, serta quantity dan unit of measure terkait.

Routing adalah urutan kerja yang dipergunakan untuk memproduksi suatu produk, dimana didalamnya terdapat kumpulan dari beberapa work center.

Material Components Allocation adalah pengalokasian BOM component ke dalam operation di routing.

Sampling Procedure adalah sebuah metode untuk menentukan jumlah sampel yang diambil untuk pemeriksaan kualitas.

Sampling Scheme adalah pengambilan jumlah sampel ditentukan berdasarkan lot size.

Fixed Sample adalah pengambilan jumlah sampel selalu fixed, tidak dipengaruhi lot size.

Selected Set adalah pemilihan code group dan code dari catalog sesuai kebutuhan tertentu dan memberikan nilai untuk setiap code dari catalog tersebut.

Catalog digunakan untuk mengumpulkan beberapa quality contents dalam bentuk teks.

Characteristics Attributes (Catalog Type 1) adalah catalog yang akan digunakan pada master inspection characteristic. Katalog ini merupakan master data untuk produk yang spesifikasinya tidak dapat dijelaskan dengan angka.

Usage Decision (Catalog Type 3) adalah catalog yang dibuat untuk keperluan usage decision.

Tasks (Catalog Type 2) adalah katalog yang dibuat untuk transaksi notification. Task ini dibuat oleh QC sebagai pemberitahuan Marketing/Purchasing/Produksi berkaitan dengan kualitas .

Defect Type (Catalog Type 9) adalah katalog yang dibuat untuk transaksi notification. Defect type ini dibuat oleh QC/QA sebagai pencatatan jenis-jenis defect produk yang tidak memenuhi standard kualitas.

Inspection Method adalah prosedur untuk melakukan pemeriksaan terhadap sebuah karakteristik. Inspection method merupakan master data yang akan di-assign ke master inspection characteristic atau inspection plan.

Master Inspection Characteristics (MIC) terdiri dari detail informasi mengenai parameter-parameter pemeriksaan kualitas untuk material yang dikirim oleh vendor maupun material yang diproduksi.

Inspection Plan adalah master data di Quality Management yang menggambarkan secara detail proses inspeksi sebuah material yaitu banyaknya sampel yang akan diambil setiap kali pemeriksaan dan karakteristik-karakteristik pemeriksaan yang akan dilakukan terhadap material tersebut.

Customer adalah partner bisnis di mana terjadi transaksi bisnis yang melibatkan suatu penyediaan barang atau jasa.

Sold-to Party adalah orang atau perusahaan yang mengorder barang atau jasa. Sold-to party juga bisa sebagai Ship-to party, Bill-to party, dan Payer.

Ship-to Party adalah orang atau perusahaan yang menerima barang. Ship-to Party tidak harus sebagai Sold-to party, Bill-to party atau Payer.

Bill-to Party adalah orang atau perusahaan yang menerima tagihan atas barang atau jasa yang sudah disampaikan. Bill-to party tidak harus sebagai Payer.

Payer adalah orang atau perusahaan yang membayar tagihan. Payer tidak selalu sebagai Bill-to party.

Customer Master adalah acuan customer yang akan digunakan pada proses di SAP.

Customer Account Group adalah pengelompokan customer yang mempunyai kesamaan fungsi yang sama.

Account Group Number Range adalah range (alokasi) nomor yang akan digunakan untuk mengidentifikasi customer didalam suatu group yang sama.

Price Group adalah satu atau beberapa customer mempunyai perlakuan harga yang berbeda, maka diperlukan adanya price group. Price Group adalah harga fix untuk satu atau beberapa customer.

Pricing adalah struktur  dasar yang menyusun suatu harga penjualan yang terdiri dari susunan condition type.

Condition Type adalah elemen dalam suatu pricing procedur.

Pricing Procedure adalah struktur dimana beberapa condition type diatur dan dikelompokkan.

Condition Record adalah data harga yang disimpan dalam sebuah tabel yang akan dimaintain secara periodik sesuai dengan masa berlakunya harga.

Access Sequence adalah strategi/urutan pencarian data yang dimulai dari key combination yang spesifik ke key combination yang general.

Route adalah jalur dari titik awal sampai dengan titik akhir pengiriman dimana suatu rute didalamnya dapat terdiri dari beberapa stage.

Shipment Cost disini adalah struktur yang menyusun suatu ongkos pengiriman yang terdiri dari susunan condition type.

Storage Bin adalah unit penyimpan terkecil di gudang. Storage bin menggambarkan lokasi di gudang tempat barang disimpan.

Raw Material (ZRAW) adalah material yang selalu dibeli dari external dan kemudian akan diproses lagi secara internal untuk menjadi material yang lain. Raw Material bisa ada kemungkinan untuk dijual kembali (jika memenuhi kriteria tertentu).

Packaging (ZPAC) adalah material yang digunakan untuk membungkus material. Sebagai tambahan inkjet juga akan dimasukkan kedalam material type ini.

Spare Part (ZSPA) adalah material yang digunakan untuk mengantikan bagian yang rusak pada saat proses maintenance.

SemiFinished Product (ZSFG) adalah material yang dihasilkan dari hasil produksi (tetapi belum menjadi produk akhir) atau dapat juga dibeli dari pihak external.

Finished Product (ZFGS) adalah material yang merupakan hasil akhir dari produksi dan siap untuk dijual.

Trading Goods (ZTRA) adalah material dibeli dari external dan langsung dijual. Dalam hal ini material ini bukan berasal dari Group Tudung.

Fuel and Oil (ZFUE) adalah material yang digunakan sebagai bahan bakar dan pelumas.

Marketing & Promo (ZMKT) adalah material yang digunakan untuk promo dan marketing sebagai bagian dari promosi dan biasanya tidak ditagihkan ke pembeli.

Paper & Printing (ZPPR) adalah material yang berupa kertas atau form yang berguna untuk proses bukti transaksi.

15 Komentar (+add yours?)

  1. erviana
    Apr 25, 2012 @ 01:36:39

    Luar biasa, amat sangat membantu blog yang anda bikin ini, semoga bisa makin bermanfaat untuk orang banyak🙂 salam ervian from indonesia

    Balas

  2. Isaura Noviani S.
    Jun 04, 2012 @ 04:32:18

    WOW.. thx bgtt bener2 ngebantu blognya🙂..

    Balas

  3. Soca
    Nov 08, 2012 @ 10:53:23

    ini yang nulis konsultan SAP?

    Balas

  4. itrainingutama
    Des 09, 2014 @ 04:34:42

    Terimakasih

    Balas

  5. sarah
    Mei 30, 2015 @ 11:21:33

    terimakasih its very helping🙂

    Balas

  6. afan alfian
    Jul 02, 2015 @ 00:34:24

    Coppas ya..!!! Bagus banget

    Balas

  7. jayadipura
    Sep 28, 2015 @ 02:39:43

    maaf, saya mau tanya untuk bisa tahu description/keterangan dari tiap parameter yg ada bagaimana caranya (khususnya di SD dan FI) ? contohnya adalah Risk category parameter cth y01-dst atau parameter status di sd document cth, open items, static check,oldest items, mohon bantuannya bpk/ibu, terima kasih bnyk sebelumnya

    Balas

    • booknme
      Sep 28, 2015 @ 15:56:39

      Maaf, sementara baru deskripsi istilah umum yg bisa saya rangkum. Kalau ada kesempatan akan saya lengkapi lagi.
      Terima kasih.

      Balas

    • booknme
      Okt 28, 2015 @ 08:45:50

      Untuk tahu detil seperti itu perlu lihat di Work Instruction dari masing-masing aktifitas atau transaction code di SAP.
      Secara langsung bisa ditanyakan ke team member atau konsultan SAP.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: