Kuliah Lagi

Tulisan ini ditujukan untuk siapa saja yang sedang bekerja yang sebelumnya pernah kuliah di D3 kemudian ingin kuliah S1 sambil bekerja, atau karyawan yang pernah kuliah S1 kemudian ingin melanjutkan ke S2 sambil bekerja, atau karyawan yang sudah kuliah S2 kemudian berminat untuk kuliah S3 sambil bekerja, atau karyawan yang ingin kuliah lagi di bidang yang lain pada strata yang sama sambil bekerja.

Sebelum memutuskan untuk kuliah lagi, pastinya timbul pertanyaan, untuk apa orang yang sudah bekerja kuliah lagi? Jika dipikir tidak ada keuntungan untuk kuliah lagi, tidak menunjang karir bahkan berpikir bahwa kuliah lagi itu hanya akan menghabiskan duit saja, atau waktu bagi keluarga atau diri sendiri maka tanggapan yang datang adalah sebagai berikut: apa gunanya kuliah lagi. Alhasil, orang itu tidak akan kuliah lagi.

Apa sih keuntungan kuliah lagi?

Pertama, tentunya bagi yang belum berilmu, maka kuliah pada suatu tahapan tertentu memang benar dapat digunakan untuk menambah ilmu baru. Tentu saja dalam hal ini dengan catatan, bahwa dosennya memang berilmu. Juga fasilitas kampusnya harus mendukung, seperti perpustakaan kampus yang lengkap. Jika nggak lengkap dan dosennya ngga nyaho, ngapain harus datang ke kampus. Lebih baik di rumah saja, di depan komputer baca hal-hal yang bermanfaat atau baca buku.

Kedua, kuliah dapat digunakan sebagai tempat berinteraksi orang-orang yang mempunyai minat yang sama terhadap suatu ilmu, ada yang punya ilmu (harapannya adalah dosen, tetapi kadang mahasiswanya sendiri juga sudah punya, khususnya mahasiswa pascasarjana yang juga seorang praktisi di bidangnya) dan yang ingin meraih ilmu (biasanya adalah yang jadi mahasiswa).

Adanya orang-orang yang sepeminatan tentu akan menambah gairah baru untuk berbuat sesuatu, dalam hal ini adalah untuk menambah ilmu. Kondisi ini jelas akan berbeda jika harus belajar sendiri. Situasi kebersamaan kadang menimbulkan akselerasi dalam pembelajaran. Jadi dalam waktu yang tertentu maka seseorang akan dapat dengan cepat menguasai suatu kompetensi tertentu.

Ketiga, dengan kuliah lagi dan akhirnya lulus maka jika itu di perguruan tinggi maka tentunya akan dapat diperoleh pengakuan formal yang diakui oleh pemerintah atau negara dimana pendidikan tersebut diselenggarakan bahwa kita telah mencapai suatu tahapan akademis tertentu. Gelar begitulah.

Percaya ngga percaya, adanya pengakuan ini tentu akan menambah nilai jual. Punya kemampuan tanpa gelar sih pasti ada yang pakai (memperkerjakan) tapi kalau punya gelar lebih, maka bisa-bisa apresiasinya akan lebih baik. Hal ini sangat terasa sekali jika bekerja di lingkungan perguruan tinggi, seperti dosen. Intinya bahwa dosen yang mengambil kuliah lagi dan berhasil maka jelas prospeknya akan lebih baik dibanding yang berhenti dan tidak melakukan studi lanjut.

Gelar ini penting untuk dipertimbangkan bagi yang sudah bekerja beberapa waktu lamanya dan merasa karirnya mandek. Di tempatnya bekerja dirasa belum ada kemajuan, tetapi pekerjaan baru belum juga diperoleh. Maka jika demikian mengambil kuliah lagi akan dapat menyegarkan pikiran dan siapa tahu ada prospek kedepannya yang lebih baik, misal ketemu teman dari perusahaan lain untuk berbagai informasi dan nanti kalaupun lulus kan siapa tahu ada gacoan (gelar) untuk dapat dipromosikan.

Contoh spesifik jika Anda lulusan D3 atau diploma dan merasa ada perbedaan status sosial, kepegawaian, karyawan di tempat Anda bekerja dan tentu saja gaji lebih kecil dan sulit untuk naik dengan cepat dibandingkan dengan rekan kerja yang memiliki gelar S1 (Bachelor degree), maka dari itu Anda punya alasan kuat untuk melanjutkan kuliah lagi ke tingkat S1. Atau jika Anda adalah karyawan, pegawai negeri, pegawai BUMN yang sudah lama bekerja sedang gelar Anda adalah S1 maka untuk meningkatkan nilai tawar Anda pada posisi jabatan yang penting maka bisa dipertimbangkan untuk menambah gelar baik itu Magister Management, MBA, MSc, dan sebagainya karena biasanya pada jabatan tertentu memiliki kriteria gelar.

Keempat, kegiatan kuliah sebagai ajang mencari teman baru bahkan bisa-bisa sebagai ajang mencari jodoh. Dengan ikut kuliah maka seseorang dapat masuk pada komunitas masyarakat tertentu yang mungkin dianggap lebih terhormat dibanding yang lain. Ini penting, karena punya duit banyak itu bukan segalanya. Bagi yang masih single yang ingin dapat jodoh maka kuliah menjadi tempat yang cukup efektif.

Akhirnya, semua itu dapat tercapai jika Anda kuliah di tempat yang memang tepat dan benar-benar kita persiapkan. Nah, menurut Fenny Abubakar, konsultan di Jakarta Consulting Group, Lembaga Pengembangan Kinerja Eksekutif, ada enam langkah yang perlu dipersiapkan jika Anda sudah mantap untuk kembali menimba ilmu di bangku kuliah:

1. Tujuan Pendidikan. Tentukan tujuan pendidikan Anda, apakah untuk menunjang karir atau ingin mengubah jalur karir Anda? Apapun tujuan Anda, haruslah realistis dan dapat Anda pahami dengan jelas. Jika sudah tahu tujuan Anda, maka akan memudahkan Anda memilih jenis pendidikan yang tepat.

2. Identifikasi Kondisi. Anda perlu mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan Anda agar dapat menyusun strategi yang efektif, hingga effort yang sudah Anda lakukan tidak sia-sia. Anda juga perlu mengidentifikasi minat Anda. Aspek yang juga tidak kalah pentingnya adalah masalah dana, sejauh mana Anda sanggup membiayai pendidikan tersebut. Jika dana Anda ternyata pas-pasan, tentunya Anda perlu mencari alternatif lain, yaitu dengan fellowship/scholarship atau beasiswa. Selain itu sangat memungkinkan dengan dibiayai perusahaan, pinjam dulu ke saudara, teman, atau bank.

3. Kebijakan Perusahaan. Carilah informasi tentang kebijakan perusahaan. Apakah perusahaan Anda termasuk yang longgar, memberi kebebasan pada karyawannya untuk menimba ilmu setinggi-tingginya, atau malah memberikan batasan. Misalnya, Anda diijinkan kuliah lagi jika sudah bekerja sekian tahun dan pilihannya harus yang sesuai dengan bidang kerja Anda. Bertanyalah pada atasan Anda tetang kebijakan perusahaan yang perlu Anda ketahui. Minta juga pendapat atasan, dan syarat-syarat yang harus Anda penuhi, jika Anda ternyata menerima beasiswa untuk bersekolah di luar negeri.

4. Jangan Asal Terkenal. Sekolah yang tepat tidak harus mahal dan terkenal. Pilih yang sesuai dengan kondisi Anda, dapat memenuhi kebutuhan karir, dan dapat meraih tujuan pendidikan yang Anda tetapkan. Ketika memilih sekolah hal-hal yang perlu Anda perhatikan di antaranya, status sekolah, akreditasi, lokasi, kualitas pengajar, fakultas dan konsentrasi yang ditawarkan, serta fasilitas yang menunjang studi Anda.

5. Menyusun Rencana. Anda perlu menyusun rencana yang berkaitan dengan pemilihan mata kuliah, jumlah kredit yang harus diambil dan diselesaikan, konsentrasi kuliah yang akan diambil serta tugas akhir atau tesis yang akan dikerjakan. Untuk hal ini sebaiknya Anda berkonsultasi pada dosen pembimbing. Atasan Anda juga bisa dimintai pertimbangan.

6. Mengatur waktu. Tentukan mana yang penting, mana yang tidak, dan mana yang mendesak, mana yang tidak. Perbarui prioritas Anda setiap minggu. Tergantung kebutuhan dan kondisinya. Karena yang mendesak hari ini, besok belum tentu. Sudah menikah dan mempunyai anak bukan halangan untuk kuliah lagi asal bisa mengatur waktu. Pada banyak kasus seorang bapak atau ibu yang kuliah lagi itu bisa lebih cepat lulusnya daripada yang masih bujangan.

Jangan pernah merasa diri sudah tua, sudah tidak mampu lagi untuk belajar karena pendidikan adalah investasi masa depan Anda, jadi Maju Terus Pantang Mundur. Ingat, sama seperti investasi harga kuliah akan semakin mahal. Jadi jika sekarang Anda ingin kuliah lagi, maka perjuangkanlah.

Referensi:

http://wiryanto.wordpress.com/2011/02/19/perlunya-kuliah-lagi/

http://tipsanda.com/2010/07/19/tips-mempersiapkan-kembali-ke-bangku-kuliah-lagi/

http://maulcaem.wordpress.com/2009/05/15/ngapain-sih-kuliah-lagi/

2 Komentar (+add yours?)

  1. rizalarable
    Apr 18, 2011 @ 06:05:19

    Sampeyan kuliah eneh Ki?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: