Panggilan Haji

Film Le Grand Voyage yang pertama kali tayang pada tahun 2004 menginspirasi banyak orang tentang ibadah haji. Film terbaik versi Venice Film Festival ini mengisahkan perjalanan darat seorang ayah dan anaknya dengan menggunakan mobil untuk menunaikan ibadah haji dari Paris ke Mekkah.

Di perjalanan sang anak bertanya kepada ayahnya, “Kenapa Ayah tidak naik pesawat untuk naik haji? Lebih praktis.” Sang ayah menjawab, “Saat air laut naik ke langit, rasa asinnya hilang dan murni kembali.”

Ya, begitulah air laut menemui kemurniannya. Ketika ia mengangkasa maka ia akan kehilangan jati diri sebagai air laut. Sama dengan perjalanan haji, dimana perjalanan haji itu merupakan sebuah ujian tersendiri. Beratnya perjalanan haji akan menjadi sebuah nikmat yang sangat besar ketika kita bisa menginjakkan kaki di tanah suci. Inilah mengapa lebih baik naik haji berjalan kaki ketimbang naik kuda. Lebih baik naik kuda ketimbang naik mobil. Lebih baik naik mobil ketimbang naik perahu. Lebih baik naik perahu ketimbang naik pesawat terbang. Begitu kira-kira penjelasan sang ayah kepada anaknya.

Ternyata hari ini (31 Oktober 2010), mirip cerita dalam film itu, dua orang pemuda asal Cape Town – Afrika Selatan telah mengayuh sepeda dari kampung halaman ke Arab Saudi untuk menunaikan rukun Islam kelima tahun ini (www.hidayatullah.com).

Disebut pemuda karena dua orang itu masing-masing masih berumur 28 tahun dan 25 tahun. Keduanya memulai perjalanan panjang mereka pada 7 Februari 2010. Total negara yang dilewati adalah sembilan negara dalam sembilan bulan perjalanan.

Mungkin masih banyak lagi perjalanan haji yang spektakuler selain dua cerita di atas. Ini menjadi bukti dari firman Allah, “Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh.” (QS Al-Hajj: 27)

Beratnya perjalanan haji seperti dua cerita di atas tidak harus dilalui oleh orang yang menunaikan ibadah haji. Akan lebih ringan jika kita fokuskan perhatian dan upaya kita pada ibadah haji itu sendiri. Meskipun begitu, ibadah haji ini sesuatu yang serius dan harus mendapat perhatian mulai sekarang. Tanpa keinginan yang kuat dan usaha yang keras serta diiringi doa, pergi haji bisa jadi hanya menjadi angan-angan belaka.

Dewasa ini faktor utama yang harus dipenuhi ketika seorang muslim mau pergi haji selain faktor kesehatan fisik adalah biaya perjalanan ibadah haji. Oleh karenanya alangkah baiknya masalah finansial ini dipersiapkan mulai saat ini. Minimal dengan membuka tabungan haji. Sudah banyak bank syariah yang menyediakan tabungan haji. Tinggal kita berusaha menabung sesuai kemampuan kita.

Tak jarang orang-orang yang sudah ‘mampu’ baik secara finansial maupun fisik namun karena hatinya belum tergetar dan keinginan belum ada akhirnya tak kunjung menunaikan ibadah yang satu ini. Semoga kita tidak termasuk yang seperti itu.

Mari bertekad, berusaha, dan berdoa mulai sekarang untuk memenuhi panggilanNya. Dan semoga kita diberi kesempatan oleh Allah untuk memenuhi panggilanNya. Aamiin.

Labbaika allahumma labbaik. Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wanni’mata laka walmulk. Laa syarika lak.

”Aku datang memenuhi panggilan-Mu Ya Allah. Aku datang memenuhi panggilan-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-MU. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: