Refleksi

01/05 ’11
Metro Man berkata pada Megamind, “It’s taken me a long time to find my calling. Now it’s about time, you find yours.”
(Megamind)

08/10 ’10
Chinmi berkata pada Putri Mito, “Satu hari yang sulit… Tapi begitu melewatinya, itu hanyalah suatu perjalanan sehari.”
(Takeshi Maekawa: Kungfu Boy Legends 9)

29/5 ’10
Reda bertanya kepada ayahnya, “Kenapa Ayah tidak naik pesawat untuk naik haji? Lebih praktis.”
Si Ayah menjawab, “Saat air laut naik ke langit, rasa asinnya hilang dan murni kembali.”
(Le Grand Voyage)

04/4 ’10
Nasihat Kiai Lukman pada Ayyas:
“Eling-elingo yo Ngger, endahe wanojo iku sing dadi jalaran batale toponing poro santri lan satrio agung!” (Ingatlah Nak, kecantikan wanita itu yang jadi sebab para santri dan satria agung batal bertapanya!)
(Habiburrahman El Shirazy: Bumi Cinta)

12/1 ’10
Wejangan Kiai Rais:
“Ilmu bagai nur (sinar). Dan nur tidak bisa datang dan ada di tempat yang gelap. Karena itu, bersihkan hati dan kepalamu, supaya nur itu bisa datang, menyentuh dan menerangi qalbu kalian semua.”
(A. Fuadi: Negeri 5 Menara)

12/1 ’10
“Mantera” sakti Pondok Madani:
“Man jadda wajada! siapa yg bersungguh-sungguh akan berhasil!”
(A. Fuadi: Negeri 5 Menara)

7/10 ’09
Kakaktua pada tuannya:
“Itulah pesannya! Matilah sebelum kau mati. Hanya dengan melupakan keindahan sangkar dan rasa manisanlah aku bisa temukan jalan pulang.”
(Jalaludin Rumi: Penjual Minyak Wangi dan Burung Kakaktua)

22/5 ’09
Ilyas pada tamunya:
“Jangan tertawa, Kawan. Ini bukan lelucon, inilah kehidupan. Kami menceritakannya pada kalian bukan sebagai lelucon, melainkan untuk kebaikan kalian sendiri.”
(Leo Tolstoy: Ilyas)

22/5 ’09
Ivan Ilyich pada dirinya:
“Kematian sudah selesai. Tak akan ada lagi kematian.”
(Leo Tolstoy: Matinya Ivan Ilyich)

12/4 ’09
“Jawaban hampir semua pertanyaan ada di masa lalu kita. Jika tidak, buat jawabannya. Dan Allah akan menunjukkan takdirmu.”
(terinspirasi dari Slumdog Millionaire)

11/4 ’09
Murid-murid Po pada Master Shifu:
“Kungfu is about fighting… but it’s also about having patience… courage… discipline… compassion… and it builds confidence.”
(The Secret of Furious Five)

11/4 ’09
P.Harfan pada Laskar Pelangi:
“Jangan pernah menyerah! Berikan sebanyak-banyaknya, jangan meminta sebanyak-banyaknya.”
(Laskar Pelangi)

31/3 ’09
Rama pada RM Rangga:
“Kau pengecut jika hendak lari dari medan perang! Sikap semacam itu tidak mungkin dimiliki seorang ksatria Jawa. Kau belum melakukan apa-apa, namun sudah menyerah. Apa sebenarnya yang kau pelajari bertahun-tahun sekolah di Belanda? Kepengecutan itu? Kepintaran melempar tanggung jawab?”
(Afifah Afra: De Winst)

10/3 ’09
Ucapan Randy di Kuliah Terakhir:
“… Tembok penghalang berdiri untuk menghentikan orang-orang yang tidak cukup kuat keinginannya. Tembok itu untuk menghentikan orang-orang lain itu.”
(Randy Pausch: The Last Lecture)

9/3 ’09
Ibunda pada Sultan Granada yang terakhir:
“Jangan kau tangisi seperti perempuan, apa yang tak dapat kau pertahankan sebagai laki-laki.”
(Amin Maalouf: Leon l’ Africain)

9/3 ’09
Perdana Menteri pada Sultan Granada yang kedua dari akhir:
“Maaf Yang Mulia, jika saya mencicipi kuahnya, saya khawatir nanti saya akan menginginkan dagingnya…”
(Amin Maalouf: Leon l’ Africain)

8/3 ’09
“Bagaimana agar burung bernyanyi?”
Nobunaga: “Suruh burung itu bernyanyi, jika tidak bunuh!”
Hideyoshi: “Beri pengertian, untuk apa dia terdiam, sampai burung tersebut sadar lebih baik kalau dia bernyanyi”
Ieyasu: “Cermati, ikuti, sabar, dan tunggu sampai burung tersebut bernyanyi sendiri”
(Eiji Yoshikawa: Taiko)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: